Tadabbur Qur’an Dan Ilham Qur’an dari Mata Turun ke Hati

Rosulullah SAW mengajarkan Qur’an kepada para sahabatnya. Mereka menuliskannya di pelapah, daun-daun kering, batu, tulang, dll, kemudian para sahabat langsung mentadabburi (memahami dan merasakan, menghafal dan mengamalkannya). Qur’an di fahami bukan sekedar dibaca.

Hasan bin Ali menceritakan bahwa Taurot, Zabur, dan Injil, dahulu oleh ahli kitab hanya dibaca saja (tafsir Sofwah at Tafsir, Ali Asshobuni).

Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Qur’an dan banyak diantaranya tidak memahami tarjamahnya.

Qur’an sebagai petunjuk tentu tidak cukup dibaca saja tapi juga dihafal dan difahami. Teladan terbaik orang sukses karena mendapatkan ilham dengan mentadabburi Qur’an bukan sekedar membaca Qur’an.

        Disetiap keluarga muslim fenomena sekarang ini, banyak diantara anak-anak kita, hanya dapat membaca Qur’an tetapi tidak dapat  menterjemahkan Qur’an yang dibacanya… (Orang tua sudah cukup bangga  anak kecilnya hanya bisa baca Qur’an saja, tidak mempersiapkan lebih dari itu yakni bisa membaca, mentarjamah dan mengajarkannya).

….. dipesantren dan sekolah, lebih banyak santri dan siswa kita yang menggunakan waktunya untuk belajar membaca kitab kuning dari pada belajar mengkaji isi kitab kuning.

…. anak-anak sejak usia SD/MI dianggap tidak mungkin bisa diajari nahwu shorof –yang katanya  susah-sehingga anak sekecil itu juga tidak mungkin pintar membaca dan menterjamahkan Qur’an dan kitab kuning …???

Bukankah Allah Menjamin Qur’an itu  Mudah ..???

Leave a Comment

Shopping Cart